(Vibiznews
- Business) - Bank Dunia kembali menurunkan proyeksi pertumbuhan
ekonomi untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik (08/10). Senin ini lembaga
dunia tersebut menyatakan bahwa risiko melambatnya ekonomi di China
berpotensi memburuk dan bakal terjadi dalam jangka waktu yang lebih lama
dari estimasi sebelumnya.Menurut Bank Dunia melambatnya ekonomi China tahun ini telah memberikan dampak yang signifikan pada kondisi ekonomi di kawasan Asia Timur dan Pasifik. Dikhawatirkan juga kondisi tersebut bakal tambah memburuk di bulan-bulan berikutnya.
Ekonomi China diperkirakan hanya akan mengalami pertumbuhan sebesar 7.7% di taun 2012 ini. Proyeksi pertumbuhan ekonomi ini mengalami penurunan dibandingkan proyeksi yang dibuat pada bulan Mei lalu yaitu sebesar 8.2%. Sementara itu untuk tahun 2013 mendatang diperkirakan pertumbuhan ekonomi China hanya berada di level 8.1%, diturunkan dari 8.6% pada proyeksi yang dibuat bulan Mei lalu.
Sementara itu untuk kawasan Asia Timur Bank Dunia memperkirakan di tahun 2012 ini pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 7.2%, turun dari proyeksi Mei lalu yang ada di level 7.6%. Untuk tahun 2013 juga terjadi penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi ke level 7.6% dari 8%.
Bank Dunia mencatat bahwa di China bank sentral tidak akan melakukan kebijakan stimulus fiskal yang terlalu berarti. Pasalnya bank sentral khawatir bahwa harga rumah akan mengalami kenaikan dan mengakibatkan inflasi yang tidak terkendali.
Meskipun demikian Bank Dunia juga mengharapkan bahwa pertumbuhan ekonomi di China akan kembali terangkat mulai tahun 2013. Kebijakan stimulus moneter yang diperkenalkan bank sentral China di awal tahun ini akan mulai menunjukkan dampaknya. Sementara itu pengeluaran pemerintah juga mendukung proses perbaikan ekonomi tersebut.
Asia Tenggara Masih Ciamik
Lain halnya dengan kawasan Asia Tenggara. Kisah di kawasan ini tampaknya masih akan terus menunjukkan kondisi yang cerah ceria. Bank Dunia masih 'bullish' dengan kondisi ekonomi di Asia Tenggara. Permintaan dalam negeri dan tingkat investasi yang kuat di Thailand, Malaysia dan Indonesia membuat ekonomi makin membaik. Untuk Indonesia sendiri rasio investasi terhadap PDB sudah kembali ke level sebelum krisis keuangan Asia di tahun 1998 lalu.
Bank Dunia mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2012 untuk Indonesia dan Thailand masing-masing di level 6.1% dan 4.5%. Untuk Malaysia bahkan diperkirakan pertumbuhan ekonomi 2012 akan mencapai 4.8%, naik dari 4.6% pada proyeksi sebelumnya.
Di Filipina Bank Dunia juga tampak menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonominya. Negara ini di tahun 2012 diperkirakan akan mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 5.0%, dinaikkan dari level sebelumnya 4.2%.
(Ika Akbarwati/IA/vbn)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar