
(Vibiznews – Economy) – Rupiah Rabu pagi ini mengalami penurunan
signifikan terhadap dolar AS (31/10). Pergerakan rupiah tampak berada
dalam pola melemah yang cukup solid. Kondisi ini sebagian besar
disebabkan oleh tekanan eksternal yang masih kuat, di tengah
kekhawatiran para investor menegnai dampak Badai Sandy terhadap ekonomi
AS.
Meskipun dolar mengalami penurunan terhadap mata uang rival
utamanya, terhadap mata uang dalam negeri, dolar justru mengalami
peningkatan. Para investor masih menantikan besarnya kerugian ekonomi
yang ditimbulkan oleh Badai Sandy dan apa dampaknya bagi ekonomi AS yang
sedang dalam masa pemulihan.
Sebelumnya diprediksi bahwa Badai
Sandy akan mengakibatkan lesunya kembali sektor tenaga kerja di AS.
Kerugian akibat badai juga diperkirakan mencapai angka 20 miliar dolar.
Dengan
ketidakpastian tersebut rupiah terpantau mengalami tekanan. Hari ini
rupiah tampak berada di posisi Rp9633 per dolar AS. Rupiah bergerak
melemah sebesar 18 poin jika dibandingkan dengan posisi penutupan
perdagangan kemarin.
Potensi pergerakan rupiah untuk jangka pendek
tampak masih berada dalam pola negatif. Mata uang ini sulit untuk
mencari arahan positif meskipun dari dalam negeri sendiri sebenarnya
tidak ada faktor negatif yang terlalu signifikan. Akan tetapi rupiah
masih akan tetap dijaga oleh BI agar tidak mengalami penurunan yang
terlampau tajam.
(Ika Akbarwati/IA/vbn)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar