(Vibiznews
– Stock) PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) hingga bulan September 2012
porduksi crude palm oil (CPO) mencapai 1,04 juta ton atau meningkat
sebesar 11,2% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2011 sebesar
930,82 ribu ton. Kenaikan tersebut ditopang oleh naiknya produksi
Tandan Buah Segar (TBS) milik AALI sebesar 11,7% menjadi 3,96 juta ton.
Kenaikan produksi itu sendiri berasal dari wilayak Kalimantan yang meningkat hingga 20,2%, sedangkan wilayah Sumatra dan Sulawesi masing-masing meningkat sebesar 7,8% dan 4,5%. Untuk TBS sendiri terdiri dari nukleus sebesar 61,5% dan eksternal sebesar 38,5%. Sedangkan untuk produksi TBS pada bulan September sendiri sebeasr 147.890 ton.
Mengalami pelemahan dalam dua hari terakhir, saat ini AALI berada pada level 20.700 (17/10). Indikator stochastic memberikan sinyal downtrend setelah mengalami reversal di kisaran 40%. Begitu juga dengan indikator MACD, trend kembali tertekan turun oleh histogram negatif yang memanjang. Untuk trend tahunannya, AALI berada pada kondisi sideways.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting berpendapat bahwa dalam beberapa hari kedepan trend cenderung akan mengalami koreksi ke level resistancenya. Namun seiring dengan pertumbuhan kinerja perseroan, dalam jangka panjang diperkirakan AALI masih akan bergerak di dalam trend sideways. Dengan support pada level 20.200 dan resistance di level 21.200, disarankan untuk wait and see.
(Gani Prasetyo Aji/GPA/VBN)
Kenaikan produksi itu sendiri berasal dari wilayak Kalimantan yang meningkat hingga 20,2%, sedangkan wilayah Sumatra dan Sulawesi masing-masing meningkat sebesar 7,8% dan 4,5%. Untuk TBS sendiri terdiri dari nukleus sebesar 61,5% dan eksternal sebesar 38,5%. Sedangkan untuk produksi TBS pada bulan September sendiri sebeasr 147.890 ton.
Mengalami pelemahan dalam dua hari terakhir, saat ini AALI berada pada level 20.700 (17/10). Indikator stochastic memberikan sinyal downtrend setelah mengalami reversal di kisaran 40%. Begitu juga dengan indikator MACD, trend kembali tertekan turun oleh histogram negatif yang memanjang. Untuk trend tahunannya, AALI berada pada kondisi sideways.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting berpendapat bahwa dalam beberapa hari kedepan trend cenderung akan mengalami koreksi ke level resistancenya. Namun seiring dengan pertumbuhan kinerja perseroan, dalam jangka panjang diperkirakan AALI masih akan bergerak di dalam trend sideways. Dengan support pada level 20.200 dan resistance di level 21.200, disarankan untuk wait and see.
(Gani Prasetyo Aji/GPA/VBN)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar