Pages

Jumat, 12 Oktober 2012

Tembaga Alternatif Investasi Menarik Pada Semester Kedua 2012


(Vibiznews-Commodity), Di saat seperti ini dimana investasi di perbankan dengan bunga yang kecil, dan investasi di pasar keuangan sulit diprediksi, maka tembaga bisa menjadi alternatif investasi yang mulai dilirik investor karena pergerakannya yang volatile mengikuti  pergerakan pertumbuhan ekonomi dan industri.

Cina pada 7 September lalu sempat mengumumkan bahwa akan meningkatkan pengeluarannya sebesar $ 158 milyar untuk pembangunan jalan kereta api sepanjang 1,254 mil, dan juga kereta bawah tanah, lalu 5 pelabuhan dan gudangnya dan dua perbaikan irigasi.

Untuk melakukan pembangunan konstruksi dan prasarana ini maka yang akan meningkat permintaannya adalah untuk   logam industri  termasuk tembaga. Harga tembaga yang selama tahun 2012 turun sampai  ke terendah pada bulan Juni meningkat dengan adanya pengumuman ini sehingga menjadi  $3.6525 (naik 11.70% dari  Juni 2012).

Harga tembaga terus naik sehingga pada saat diumumkan QE3 juga terjadi kenaikan sampai 15.9% menjadi $3.838 per pound. Kemudian berita-berita bahwa pertumbuhan-pertumbuhan ekonomi melambat dan juga ekonomi global melambat maka harga tembaga tidaklah turun banyak karena  pelaksanaan dari kebijakan Cina dan Kebijakan QE3 masih ditunggu realisasinya.

Kenaikan harga tembaga terus meningkat pada saat AS mengumumkan kenaikan data manufacturingnya pada tgl 1 Oktober dari 4.9% menjadi 5.6% mengakibatkan harga tembaga menjadi $3,811 per pound naik  3.25% dari harga terendah setelah sempat turun dari harga tertinggi di QE3.


Untuk jelasnya maka lihat pergerakan harga tembaga dari grafik berikut  ini :



 
 
 Kegunaan tembaga
 

Negara penghasil tembaga
 

Negara konsumen tembaga
 

Melihat dari tabel permintaan dan penawaran harga tembaga maka Cina  sangat mempengaruhi karena permintaannya paling besar.

Berita bahwa Cina telah menurunkan dana segar sebesar $41 milyar untuk meningkatkan perekonomiannya pada tanggal 9 Oktober kemarin sehingga harga tembaga naik 5 point menjadi $371.85 cent, kenaikannya terhalangi oleh menguatnya dolar AS.

Prospek Investasi di Tembaga :

1.Tembaga juga sudah memiliki produk berjangkanya sehingga mempunyai “two ways opportunity”, dengan pergerakan harga seperti ini dan trend yang mudah terbaca maka para investor mulai melirik tembaga

2.Selain itu produk saham dari perusahaan tambang tembaga  besar sangat mempengaruhi indeks saham AS seperti perusahaan BHP Biliton, Codelco dll

3.Di Indonesia tambang Tembaga yang menghebohkan adalah Tambang Freeport di Tembaga Pura Papua Barat sementara di Nusa Tenggara ada tambang yang dikelola PT Newmount Nusa

4.Berbeda dengan di AS saham tambang tembaga (Tembaga Mulia Semanan)  di BEI tidak sepopuler tambang-tambang lainnya seperti Antam, Bumi dll. 

Kesimpulan :

Selama industry berjalan dan permintaan barang elektronik dan kendaraan bermotor terus berlangsung maka permintaan tembaga akan terus ada.

Rencana Cina untuk membangun infrastruktur belum berjalan, kalau rencana tersebut berjalan maka akan bertambah permintaan untuk tembaga ini.

Resistant jangka pendek pada harga tertinggi September  di $383.95  dan support ke $364 per pound.

(Tina Rosjana/TR/VBN)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar