Pages

Rabu, 07 November 2012

BI Laporkan Temuan Uang Palsu Terus Meningkat di Tahun 2012

(Vibiznews-Banking) Bank Indonesia (BI) melaporkan temuan uang palsu ternyata terus meningkat sejak awal tahun 2012. Dalam setiap satu juta lembar uang asli, ditemukan 5 lembar uang palsu. Hati-hati!
Seperti dikutip, Selasa (6/11/2012) dari Statistik Temuan Uang Palsu (Counterfeited Money) tercatat dari sejak Januari 2012 hingga Agustus 2012 temuan uang palsu terus meningkat.
BI melaporkan selama Januari 2012 hanya terdapat satu lembar uang palsu dalam setiap satu juta lembar uang asli. Selama Februari 2012 dan Maret 2012 terlihat meningkat menjadi dua lembar uang palsu dalam setiap satu juta lembar uang asli.
Periode April dan Mei 2012 tercatat 3 lembar uang palsu ditemukan dalam setiap satu juta lembar uang asli. Demikian pula pada Juni dan Juli 2012 yang meningkat menjadi 4 lembar uang palsu dalam setiap satu juta lembar uang asli.
Hingga Agustus 2012, BI mencatat uang palsu meningkat menjadi 5 lembar pada setiap satu juta lembar uang asli.
Pecahan Rp 100.000 yang paling banyak dipalsukan dimana presentasenya mencapai 52,2% disusul Rp 50.000 yang menguasai 43,1% uang yang dipalsukan.
Dari daerahnya, BI mengungkapkan Kantor Pusat di DKI Jakarta paling banyak menerima laporan uang palsu. Kemudian diikuti daerah Bandung dan Surabaya.
BI sendiri kembali mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap peredaran uang palsu. Kerugian uang palsu bagi masyarakat yang mendapatkannya, tidak akan diganti oleh BI sebagai bank sentral.
Menurut Direktur Departemen Pengedaran Uang Bank Indonesia, Adnan Juanda beredarnya uang palsu bukan hanya merugikan pemerintah namun juga masyarakat yang memilikinya karena tak ada satupun bank sentral yang akan memberikan ganti rugi kepad masyarakat yang mendapatkannya.
"Yang memprihatinkan dari uang palsu ini adalah, tidak ada satupun bank sentral yang akan mengganti uang palsu ini, nelangsanya disitu. Makanya orang harus memperhatikan 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) tadi," ungkap Adnan.
(nr/RL/VBN,dtc)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar