(Vibiznews-Banking)
Bank Indonesia (BI) telah menyiapkan 'senjata' khusus untuk mengatasi
serbuan bank asing yang kian ekspansif di Indonesia. Senjata dalam
bentuk sebuah aturan ini mampu menahan ekspansi bank-bank asing agar
tidak seenaknya 'menjajah' dalam negeri.Aturan tersebut bakal disampaikan pada 23 November 2012 nanti, dalam pertemuan tahunan dengan seluruh industri perbankan atau biasa disebut Bankers Dinner.
Juru Bicara BI Difi Johansyah mengungkapkan aturan yang menjadi senjata BI yakni perizinan berlapis (multiple license).
"Mereka (bank-bank yang bakal buka cabang) harus mengikuti aturan multiple license yang akan dikeluarkan," terang Difi, Rabu (7/11/2012).
Aturan multiple license merupakan kelanjutan dari API untuk meningkatkan daya saing, kualitas, dan level of playing field yang sama dengan bank-bank di luar negeri. Jadi, inti dari aturan itu adalah bagaimana modalnya, manajemen risiko, serta tata kelola (governance).
Menurut Difi, dalam aturan multiple license, BI akan membeda-bedakan strata setiap bank berdasarkan modalnya. Semakin besar modal suatu bank, semakin leluasa bank tersebut mengembangkan bisnisnya. Saat ini, perbankan nasional diperbolehkan untuk mengembangkan bisnis apapun karena penerapan perizinan tunggal (single license)
Bank sentral sendiri akan membagi perbankan menjadi empat kelompok usaha, di mana untuk bisa menjalankan aktivitas di tiap-tiap kelompok akan ada besaran minimal permodalan yang harus dipenuhi..
Kondisi tersebut berbeda dengan kondisi di luar negeri, yang menerapkan sistem perizinan berjenjang untuk setiap bank, termasuk bank-bank asing yang masuk ke negara tersebut. Sistem tersebut dinilai cukup menyulitkan bank-bank asal Indonesia yang hendak masuk atau mengembangkan bisnis serta cabang-cabang mereka.
"Nantinya juga mengatur ekspansi bank di daerah tertentu. Jadi nggak otomatis bisa sebuah bank buka cabang," terang Difi.
'Senjata' tersebut, sambung Difi, bakal dikeluarkan pada acara Bankers Dinner yang akan diadakan akhir bulan November ini.
"Resminya mungkin saat Bankers Dinner tanggal 23 November 2012 ini," tegas Difi.
Sebelumya diberitakan bank asing kian ekspansif di Indonesia. Beberapa kalangan kini menyalahkan Bank Indonesia (BI) selaku regulator yang memberikan izin bank-bank untuk memperluas jaringannya. BI dinilai belum konsisten terapkan azas persamaan alias resiprokal.
Salah satu bank yang siap ekspansi kantor cabang adalah Maybank. Bank asal Malaysia ini berencana membuka 100 cabang baru di kawasan ASEAN dalam 3 tahun ke depan. Hal ini dilakukan untuk menggaet 3% hingga 5% pangsa pasar kawasan di kawasan tersebut.
Presiden dan CEO Maybank Datuk Seri Abdul Wahid Omar mengatakan, dalam beberapa tahun kedepan Maybank akan fokus melebarkan sayapnya dengan mendirikan total 450 cabang di Indonesia dari saat ini 380 yang telah berdiri. Maybank akan membuka juga 13 cabang baru di Singapura sehingga totalnya mencapai 35 cabang di negara tersebut.
(nr/RL/VBN,dtc)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar