(Vibiznews – Business) – Badai Sandy diperkirakan akan mengakibatkan
kerugian dan kerusakan ekonomi senilai paling sedikit 20 miliar dolar AS
(30/10). Badai terburuk selama 100 tahun belakangan yang menyerang
kawasan Pesisir Pantai Timur AS tersebut mengakibatkan banjir dan
kerusakan ratusan rumah tinggal, mengganggu jadwal penerbangan dan
memaksa para pebisnis untuk menutup toko-toko mereka.
Kerugian
terbesar yang akan terjadi adalah kerugian perusahaan asuransi yang
diestimasi akan mencapai angka 5 hingga 10 miliar dolar AS, atau
setengah dari total kerugian. Hingga saat ini badai Sandy telah
mengakibatkan pembatalan lebih dari 14,000 kursi penerbangan, jauh
melampaui dampak yang diakibatkan oleh Badai Irene yang belum lama ini
menyerang AS.
Sandy memiliki rentang 900 mil dan mengalami
peningkatan kekuatan seiring dengan kedatangannya dekat Cape May, New
Jersey. Akibat badai ini bursa saham AS harus ditutup selama dua hari.
Penutupan lebih dari satu hari ini merupakan yang pertama kali terjadi
akibat cuaca ekstrem sejak tahun 1888 lalu.
Dampak Terhadap Pertumbuhan Ekonomi AS
Badai
Sandy diperkirakan akan mengakibatkan penurunan sebsar 0.1 hingga 0.2%
dari pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal keempat mendatang. Kondisi ini
disebabkan oleh terganggunya belanja sektor jasa seperti restoran dan
hotel.
Para ekonom memang mengakui bahwa bencana yang terjadi di
sebuah negara akan menimbulkan dua efek, yaitu efek kerusakan dan efek
pembangunan paskabencana. Biasanya efek pembangunan paskabencana ini
akan lebih besar dibandingkan efek kerusakannya. Akan tetapi selisihnya
hanya sedikit. Di akhir kuartal keempat diperkirakan efek netto yang
disebabkan oleh bencana badai ini akan positif tetapi tipis saja.
Dampak
dari Badai Sandy terhadap operasi perusahaan pernerbangan dan
penyulingan sudah sangat terasa. Boeing Co., perusahaan produsen pesawat
terbang dan peralatan militer, menutup sementara operasinya di
pabriknya di Virginia, Maryland, New Jersy dan Pennsylvania. Perusahaan
masih belum dapat menentukan kapan operasional pabrik akan kembali
dibuka.
Sementara itu penutupan operasi perusahaan penyulingan
juga terjadi. Exxon Mobil Corp., NuStar Energy LP, Phillips 66 dan Hess
menutup terminal energi mereka yang beroperasi di New York, Connocticut,
Massachussets, Rhode Island, New Jersey, Virginia dan Marland.
Belanja Online Meningkat
Badai
Sandy selain mengakibatkan molornya kegiatan produksi juga berpotensi
menurunkan tingkat penjualan pakaian dan aksesori seiring dengan
mendekatnya musim liburan Natal dan tahun baru. Badai ini diperkirakan
akan mengakibatkan penjualan toko di bulan November mengalami penurunan
sebesar 3%.
Sebagai gantinya para pembeli mencari alternatif
belanja melalui toko-toko online. Penurunan yang terjadi pada belanja
toko, diperkirakan akan digantikan oleh naiknya belanja online, dengan
besaran yang kurang lebih sama.
Badai ini akan memberikan
keuntungan bagi toko-toko yang menjual sarana perbaikan rumah seperti
Home Depot karena para pembeli menyetok persediaan sebagai persiapan
jika badai mengakibatkan kerusakan tempat tinggal mereka.
Sementara
itu toko-toko pakaian diprediksi akan mengalami penurunan penjualan.
American Eagle Outfitters Inc., Limited Brands Inc. dan Urban Outfitters
Inc. diperkirakan akan menjadi perusahaan-perusahan yang akan mengalami
penurunan penjualan akibat Badai Sandy.
(Ika Akbarwati/IA/vbn






Tidak ada komentar:
Posting Komentar