Pages

Rabu, 31 Oktober 2012

Dampak Ekonomi Badai Sandy Berpotensi Capai 20 Miliar Dolar AS; Belanja Online Bakal Meningkat

(Vibiznews – Business) – Badai Sandy diperkirakan akan mengakibatkan kerugian dan kerusakan ekonomi senilai paling sedikit 20 miliar dolar AS (30/10). Badai terburuk selama 100 tahun belakangan yang menyerang kawasan Pesisir Pantai Timur AS tersebut mengakibatkan banjir dan kerusakan ratusan rumah tinggal, mengganggu jadwal penerbangan dan memaksa para pebisnis untuk menutup toko-toko mereka.
Kerugian terbesar yang akan terjadi adalah kerugian perusahaan asuransi yang diestimasi akan mencapai angka 5 hingga 10 miliar dolar AS, atau setengah dari total kerugian. Hingga saat ini badai Sandy telah mengakibatkan pembatalan lebih dari 14,000 kursi penerbangan, jauh melampaui dampak yang diakibatkan oleh Badai Irene yang belum lama ini menyerang AS.
Sandy memiliki rentang 900 mil dan mengalami peningkatan kekuatan seiring dengan kedatangannya dekat Cape May, New Jersey. Akibat badai ini bursa saham AS harus ditutup selama dua hari. Penutupan lebih dari satu hari ini merupakan yang pertama kali terjadi akibat cuaca ekstrem sejak tahun 1888 lalu.
Dampak Terhadap Pertumbuhan Ekonomi AS
Badai Sandy diperkirakan akan mengakibatkan penurunan sebsar 0.1 hingga 0.2% dari pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal keempat mendatang. Kondisi ini disebabkan oleh terganggunya belanja sektor jasa seperti restoran dan hotel.
Para ekonom memang mengakui bahwa bencana yang terjadi di sebuah negara akan menimbulkan dua efek, yaitu efek kerusakan dan efek pembangunan paskabencana. Biasanya efek pembangunan paskabencana ini akan lebih besar dibandingkan efek kerusakannya. Akan tetapi selisihnya hanya sedikit. Di akhir kuartal keempat diperkirakan efek netto yang disebabkan oleh bencana badai ini akan positif tetapi tipis saja.
Dampak dari Badai Sandy terhadap operasi perusahaan pernerbangan dan penyulingan sudah sangat terasa. Boeing Co., perusahaan produsen pesawat terbang dan peralatan militer, menutup sementara operasinya di pabriknya di Virginia, Maryland, New Jersy dan Pennsylvania. Perusahaan masih belum dapat menentukan kapan operasional pabrik akan kembali dibuka.
Sementara itu penutupan operasi perusahaan penyulingan juga terjadi. Exxon Mobil Corp., NuStar Energy LP, Phillips 66 dan Hess menutup terminal energi mereka yang beroperasi di New York, Connocticut, Massachussets, Rhode Island, New Jersey, Virginia dan Marland.
Belanja Online Meningkat
Badai Sandy selain mengakibatkan molornya kegiatan produksi juga berpotensi menurunkan tingkat penjualan pakaian dan aksesori seiring dengan mendekatnya musim liburan Natal dan tahun baru. Badai ini diperkirakan akan mengakibatkan penjualan toko di bulan November mengalami penurunan sebesar 3%.
Sebagai gantinya para pembeli mencari alternatif belanja melalui toko-toko online. Penurunan yang terjadi pada belanja toko, diperkirakan akan digantikan oleh naiknya belanja online, dengan besaran yang kurang lebih sama.
Badai ini akan memberikan keuntungan bagi toko-toko yang menjual sarana perbaikan rumah seperti Home Depot karena para pembeli menyetok persediaan sebagai persiapan jika badai mengakibatkan kerusakan tempat tinggal mereka.
Sementara itu toko-toko pakaian diprediksi akan mengalami penurunan penjualan. American Eagle Outfitters Inc., Limited Brands Inc. dan Urban Outfitters Inc. diperkirakan akan menjadi perusahaan-perusahan yang akan mengalami penurunan penjualan akibat Badai Sandy.
(Ika Akbarwati/IA/vbn

Tidak ada komentar:

Posting Komentar