(Vibiznews-Banking)Ketua
Ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti mengatakan agar Bank Indonesia
mempertahankan BI Rate di angka 5,75 persen.
"Melihat perkembangan ekonomi Indonesia, sebaiknya BI Rate 5,75 persen dipertahankan saja," kata Destry usai menjadi pembicara dalam seminar "Reviving Growth in Indonesia`s Manufacturing Sector" di Financial Club," Jakarta, pada Rabu.
Menurut Destry, inflasi yang masih di dalam target pemerintah sebesar 4,5 persen plus-minus 0,1 persen belum perlu diubah. Sebaliknya, pemerintah harus makin bijaksana dalam memberikan sinyal ekonomi kepada publik.
"Perekonomian Indonesia dinilai sudah depresiasi, padahal dilihat secara riil kita masih apresiasi sehingga pemerintah harus lebih `prudent` (bijaksana) dalam memberikan sinyal ekonomi," kata Destry.
Selain itu, Destry menambahkan agar BI jangan mengobral nilai mata uang rupiah terhadap dolar.
"Harus diakui bahwa akan sangat sulit mengembalikan rupiah ke angka Rp9.400 per dolar Amerika dari nilai sekarang yang sekitar Rp9.600 karena permintaan riil impor sangat tinggi," katanya.
Oleh karena itu, Destry menekankan agar pemerintah sebaiknya menciptakan kondisi perekonomian yang stabil karena permintaan dolar untuk impor masih sangat tinggi.
Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan BI Rate dalam Rapat Dewan Gubernur pada Kamis (11/10).
(ude/UDE/vbn-ant)
"Melihat perkembangan ekonomi Indonesia, sebaiknya BI Rate 5,75 persen dipertahankan saja," kata Destry usai menjadi pembicara dalam seminar "Reviving Growth in Indonesia`s Manufacturing Sector" di Financial Club," Jakarta, pada Rabu.
Menurut Destry, inflasi yang masih di dalam target pemerintah sebesar 4,5 persen plus-minus 0,1 persen belum perlu diubah. Sebaliknya, pemerintah harus makin bijaksana dalam memberikan sinyal ekonomi kepada publik.
"Perekonomian Indonesia dinilai sudah depresiasi, padahal dilihat secara riil kita masih apresiasi sehingga pemerintah harus lebih `prudent` (bijaksana) dalam memberikan sinyal ekonomi," kata Destry.
Selain itu, Destry menambahkan agar BI jangan mengobral nilai mata uang rupiah terhadap dolar.
"Harus diakui bahwa akan sangat sulit mengembalikan rupiah ke angka Rp9.400 per dolar Amerika dari nilai sekarang yang sekitar Rp9.600 karena permintaan riil impor sangat tinggi," katanya.
Oleh karena itu, Destry menekankan agar pemerintah sebaiknya menciptakan kondisi perekonomian yang stabil karena permintaan dolar untuk impor masih sangat tinggi.
Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan BI Rate dalam Rapat Dewan Gubernur pada Kamis (11/10).
(ude/UDE/vbn-ant)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar