Pages

Jumat, 12 Oktober 2012

Bank of Korea Turunkan Suku Bunga, Upaya Dorong Perekonomian

(Vibiznews - Business) - Bank Sentral Korea pada hari ini (11/10) mengeluarkan kebijakan strategis terkait dengan upaya peningkatan performa perekonomian untuk saat ini. Setelah melakukan rapat rutin, Bank of Korea akhirnya memastikan bahwa pihaknya memotong tingkat suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 2,75%. Kebijakan tersebut sesuai dengan prediksi banyak pihak dan juga sangat dibutuhkan bagi perekonomian Korea. Penurunan suku bunga acuan dinilai sangat strategis dalam menyikapi perlamatan ekonomi yang terjadi di Korea sejak awal tahun ini.

Disaat yang bersamaan, Bank of Korea juga memotong proyeksi pertumbuhan ekonomi Korea untuk tahun ini sebesar 2,4% atau lebih rendah dibanding proyeksi sebelumnya yang sebesar 3%. Menurut Gubernur Bank of Korea, penurunan suku bunga acuan diharapkan dapat meningkatkan performa perekonomian. Ia juga menjelaskan bahwa bank sentral telah mengeluarkan segala upaya guna menahan ekonomi Korea
akan tidak terlalu dalam terseret ke arah krisis ekonomi.

Pengaruh perekonomian negara-negara sekitar juga menjadi salah satu faktor utama selain pengaruh ekonomi Eropa dan Amerika Serikat yang merupakan dua tujuan ekspor utama bagi Korea Selatan. Perlambatan ekonomi China dan Jepang secara langsung memberikan sebuah sinyalemen bahwa seluruh negara di kawasan Asia Timur sedang mengalami perlambatan ekonomi sesuai dengan proyeksi yang dikeluarkan oleh IMF beberapa hari lalu.


Dua hari lalu IMF menyatakan bahwa ekonomi Korea Selatan untuk tahun ini akan mengalami penurunan menjadi 2,7% dari 3% yang telah disampaikan pada awal tahun. Sedangkan tingkat inflasi diperkirakan akan mencapau 3%.


Meski cukup memperoleh sambutan yang positif dari banyak pihak, kebijakan tersebut masih diragukan keberhasilannya secara penuh. Kebijakan moneter tersebut diperkirakan akan menjadi kebijakan terakhir BoK pada tahun ini, sedangkan roda perekonomian masih menyisakan lebih dari dua bulan dimana tren penurunan ekonomi global masih terjadi.


Gejalan koreksi yang masih terjadi di bursa saham Korea dan juga kekhawatiran terhadap performa laporan keuangan emiten di Korea menjadi hal yang harus diperhatikan oleh para pelaku pasar dan juga pemerintah. Disaat yang bersamaan, performa ekspor juga akan masih melemah untuk kuartal keempat tahun ini. Hal tersebut disampaikan oleh Kementerian Perdagangan Korea yang memprediksi bahwa ekspor maupun impor akan masih terbebani. Turunnya permintaan dari importir sejalan dengan permintaan konsumen dalam negeri akibat penurunan pengeluaran konsumen.


Dengan melihat kondisi-kondisi diatas, maka kebijakan penurunan suku bunga dinilai menjadi langkah yang terbilang efektif dalam meningkatkan performa perekonomian dalam jangka pendek. Naiknya arus dana pinjaman kepada sektor riil diharapkan dapat meningkat sehingga dapat memberikan kontribusi yang baik bagi ekonomi.



(Joko Praytno/JP/vbn)

Foto : fofoa.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar