(Vibiznews - FX) - Pergerakan dolar-yen sempat mencapai level 80.00 pada
hari ini (23/10). Pasangan kurs ini tampak masih bertahan dalam pola
bullish di tengah harapan bahwa Bank of Japan akan kembali
menggelontorkan kebijakan stimulus di negara yang berada di dalam
kondisi kontraksi ekonomi.
Dolar telah mengalami rally selama sembilan sesi terhadap yen, penguatan ini merupakan yang terpanjang dalam tujuh tahun belakangan. Yield obligasi pemerintah AS bertenor 2 tahun mengalami kenaikan dan membukukan premium terbesar sejak Juni lalu dibandingkan dengan obligasi bertenor sama milik pemerintah Jepang.
Para pemangku kebijakan di Jepang tampak menekan BoJ agar kembali melakukan langkah stimulus. Kondisi ini mengakibatkan nilai tukar yen melemah terhadap rival-rivalnya.
Dolar-yen sempat menyentuh level 80.01 sebelum akhirnya retreat sedikit ke posisi saat ini 79.89. Level 80.01 tersebut merupakan yang tertinggi sejak tanggal 6 Juli lalu.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan dolar-yen masih berpotensi untuk melanjutkan kenaikannya. Meskipun demikian koreksi untuk jangka pendek mulai terasa setelah nilai tukar dolar-yen mengalami overbought.
(Ika Akbarwati/IA/vbn)
Dolar telah mengalami rally selama sembilan sesi terhadap yen, penguatan ini merupakan yang terpanjang dalam tujuh tahun belakangan. Yield obligasi pemerintah AS bertenor 2 tahun mengalami kenaikan dan membukukan premium terbesar sejak Juni lalu dibandingkan dengan obligasi bertenor sama milik pemerintah Jepang.
Para pemangku kebijakan di Jepang tampak menekan BoJ agar kembali melakukan langkah stimulus. Kondisi ini mengakibatkan nilai tukar yen melemah terhadap rival-rivalnya.
Dolar-yen sempat menyentuh level 80.01 sebelum akhirnya retreat sedikit ke posisi saat ini 79.89. Level 80.01 tersebut merupakan yang tertinggi sejak tanggal 6 Juli lalu.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan dolar-yen masih berpotensi untuk melanjutkan kenaikannya. Meskipun demikian koreksi untuk jangka pendek mulai terasa setelah nilai tukar dolar-yen mengalami overbought.
(Ika Akbarwati/IA/vbn)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar