(Vibiznews-Property) Pengembangan superblok di Jakarta
semakin marak terjadi saat ini. Konsep yang menggabungkan kawasan
hunian,pusat perbelanjaan, dan perkantoran dalam satu kawasan yang
dikenal dengan superblok ini semakin banyak dikembangkan. Sejumlah
pengembang properti mulai membidik konsumen dari menengah ke atas untuk
membangun kawasan superblok dengan berbagai macam konsep yang sangat
menarik dan unik.
Adanya keterbatasan lahan-lahan di Jakarta dan
sulitnya memenuhi tuntutan kebutuhan, menjadi alasan untuk para
pengembang membangun proyek properti superblok ini. Sehingga memberikan
solusi kepada masyarakat yang enggan berpindah-pindah tempat dalam
melakukan aktivitas sehari-harinya dan bebas dari kemacetan. Konsep ini
bisa menjadi solusi karena merupakan kawasan yang multifungsi dan telah
menjadi pusat-pusat perekonomian di wilayah pemukiman.
Mega Proyek Properti Superblok
Berdirinya
mega proyek properti superblok yang dibangun oleh para pengembang
memang bukan sekedar menggabungkan hunian, perkantoran dan komersial
melainkan telah menjadi nilai prestisius tersendiri. Proyek properti ini
mempunyai nilai yang besar dan dibanggakan oleh pengembang.
Beberapa mega proyek yang dibangun dengan konsep Superblok :
1. Central Park
Agung
Podomoro Group saat ini mengembangkan kawasan Central Park yang
merupakan bagian dari mega proyek Podomoro City diatas lahan seluas 21
Ha. Central Park terdiri dari gedung perkantoran, mall, hotel dan tiga
menara apartemen.
2. Green Bay
Proyek dari Agung Podomoro
Land (APL) yang dibangun diatas lahan 12,5 Ha terdiri dari apartemen,
ruko dan mall bertajuk Green Bay Pluit.
3. Ciputra World
PT.Ciputra
Property Tbk telah mengembangkan proyek superblock diatas lahan 5,5 Ha
terdiri dari satu gedung hotel dan apartemen mewah, satu gedung
perkantoran, enam lantai pusat perbelanjaan, satu gedung apartemen dan
lima lantai untuk areal parker.
4. Rasuna Epicentrum
PT.
Bakrieland Development Tbk ini membangun kawasan superblok diatas lahan
50 Ha antara lain terdiri dari Bakrie Tower, The Wave Apartement, River
Walk, The Group Condominium , Epicentrum Walk & Lifestye Center dan
Concert Hall dan Office Tower.
5. Grand Orchard
PT.
Summarecon Agung Tbk telah mengembangkan proyek-proyek mereka diatas
lahan seluas 550 Ha di Kelapa Gading seperti Mal Kelapa Gading, La
Piazza & Idquo, Hunian Grand Orchard&rdquo.
6. St.Moritz & Kemang Village
Grup
Lippo melalui PT. Lippo Karawaci Tbk telah mengembangkan proyek
property besar seperti Kemang Village Residences yang dibangun diatas
lahan seluas 15,5 yang terdiri dari kondominium, hotel dan pusat
perbelanjaan. Sedangkan St.Moritz dibangun diatas lahan seluas 12 Ha
terdiri dari 17 menara apartemen.
Pembangunan Rusun mengadopsi Konsep Superblok
Pembangunan
superblok tidak hanya menjangkau kelas menengah keatas tetapi juga
menengah kebawah. Informasi yang didapat baru-baru ini disampaikan pada
media, Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI) mengusulkan
supaya pembangunan rumah susun di Jakarta mengadopsi konsep superblok.
Menurut Handaka Santosa, wakil ketua REI, mengatakan konsep superblok
memungkinkan rusun dibangun berdekatan dengan pusat perbelanjaan,
sehingga keduanya saling melengkapi dan kebutuhan hidup penghuni bisa
diperoleh di pasar. Keadaan ini membuat pasar tidak kalah bersaing
dengan mal. Diharapkan superblok untuk masing-masing kelas masyarakat di
Jakarta, tidak hanya fokus pada segmen menengah keatas seperti yang
kebanyakan ada sekarang ini.
Deputi Bidang Pembiayaan Kemenpera
Sri Hartoyo menyampaikan ke media akhir-akhir ini, Kemenpera siap
bekerjasama dengan Pemda DKI Jakarta menyusun strategi untuk
membangkitkan kembali ketertarikan pengembang membangun rusunami dan
rusunawa karena mau tidak mau rusunami dan rusunawa menjadi solusi di
Jakarta dengan kondisi lahan yg sangat terbatas. Strategi ini menjadi
multifungsi, dapat memunculkan ruang terbuka hijau, menyelesaikan
kemacetan dan mengurangi kawasan kumuh di Jakarta. Hal ini pun
disampaikan juga oleh Gubernur DKI yang baru Joko Widodo (Jokowi) pada
,media baru-baru ini berjanji untuk mengalokasikan 10% APBD Jakarta
untuk membangun superblok untuk masyarakat berpenghasilan rendah,
ditargetkan setidaknya ada 2-3 rusunawa.
Daya Serap Pasar Superblok
Salah
satu pengembang properti besar PT. Agung Podomoro Land Tbk, berhasil
meraih penjualan 4,25 Triliun hingga kuartal III-2012 dari unit property
superblok The Green Bay dengan kontribusi sebesar 46% dan Podomoro City
dengan pangsa pasar sekitar 30%. Agung Podomoro menargetkan pendapatan
sebesar Rp 4,2-4,3 triliun pada 2012 atau meningkat 10-15% di-
bandingkan 2011 senilai Rp 3,82 triliun. Pengembang superblok besar ini
memang sudah berhasil untuk membangun dan memasarkan setiap unit yang
ada dan laris banyak diminati oleh pasar.
Berbagai developer akan
maju memperbanyak perkantoran dalam waktu 5 tahun ke depan. Jumlah
pengembangan ini hampir dua kali lebih banyak dibanding masa sebelum
krisis tahun 1997-1998. Mereka juga mengencangkan pembangunan
kondominium, hotel dan pusat perbelanjaan. Harga sewa perkantoran tipe
Grade A melonjak menjadi Rp 175,000 per meter persegi, dibanding Rp
100,000 pada akhir 2010. Sementara, kondominium kelas menengah – yang
dijual seharga 10 sampai 15 juta rupiah per meter persegi – terjual
dengan cepat, dengan berbagai developer akan menyumbang lebih dari 6.000
unit baru tahun ini.
Berdasarkan
konsultan properti Knight Frank, harga kondominium di pusat kota
Jakarta naik sekitar 12% sejak paruh kedua 2011, dan lebih dari 50%
sejak akhir 2008. Pasar perkantoran di ibukota juga menunjukkan tingkat
okupansi yang tinggi dengan 98,1%, dibanding 92% di Singapura dan 85% di
Malaysia, berdasarkan laporan firma properti Jones Lang Lasalle.
Perkembangan
properti yang kian marak terjadi saat ini harus diwaspadai seiring
dengan kondisi perekonomian Indonesia yang ada. Meningkatnya industri
properti yang tidak terkendali sehingga melampaui akan kebutuhan
(oversupply) akan membuat terjadinya penurunan harga properti secara
drastis (buble burst). Kita harapkan perkembangan properti akan terus
meningkat dan membawa perkembangan yang baik bagi perekonomian Indonesia
dan menarik perhatian internasional untuk berinvestasi di Indonesia.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar