Pages

Rabu, 24 Oktober 2012

Maraknya Pembangunan Superblok di Ibukota

(Vibiznews-Property) Pengembangan superblok di Jakarta semakin marak terjadi saat ini. Konsep yang menggabungkan kawasan hunian,pusat perbelanjaan, dan perkantoran dalam satu kawasan yang dikenal dengan superblok ini semakin banyak dikembangkan. Sejumlah pengembang properti mulai membidik konsumen dari menengah ke atas untuk membangun kawasan superblok dengan berbagai macam konsep yang sangat menarik dan unik.
Adanya keterbatasan lahan-lahan di Jakarta dan sulitnya memenuhi tuntutan kebutuhan, menjadi alasan untuk para pengembang membangun proyek properti superblok ini. Sehingga memberikan solusi kepada masyarakat yang enggan berpindah-pindah tempat dalam melakukan aktivitas sehari-harinya dan bebas dari kemacetan. Konsep ini bisa menjadi solusi karena merupakan kawasan yang multifungsi dan telah menjadi pusat-pusat perekonomian di wilayah pemukiman.
Mega Proyek Properti Superblok
Berdirinya mega proyek properti superblok yang dibangun oleh para pengembang memang bukan sekedar menggabungkan hunian, perkantoran dan komersial melainkan telah menjadi nilai prestisius tersendiri. Proyek properti ini mempunyai nilai yang besar dan dibanggakan oleh pengembang.
Beberapa mega proyek yang dibangun dengan konsep Superblok :
1. Central Park
Agung Podomoro Group saat ini mengembangkan kawasan Central Park yang merupakan bagian dari mega proyek Podomoro City diatas lahan seluas 21 Ha. Central Park terdiri dari gedung perkantoran, mall, hotel dan tiga menara apartemen.
2. Green Bay
Proyek dari Agung Podomoro Land (APL) yang dibangun diatas lahan 12,5 Ha terdiri dari apartemen, ruko dan mall bertajuk Green Bay Pluit.
3. Ciputra World
PT.Ciputra Property Tbk telah mengembangkan proyek superblock diatas lahan 5,5 Ha terdiri dari satu gedung hotel dan apartemen mewah, satu gedung perkantoran, enam lantai pusat perbelanjaan, satu gedung apartemen dan lima lantai untuk areal parker.
4. Rasuna Epicentrum
PT. Bakrieland Development Tbk ini membangun kawasan superblok diatas lahan 50 Ha antara lain terdiri dari Bakrie Tower, The Wave Apartement, River Walk, The Group Condominium , Epicentrum Walk & Lifestye Center dan Concert Hall dan Office Tower.
5. Grand Orchard
PT. Summarecon Agung Tbk telah mengembangkan proyek-proyek mereka diatas lahan seluas 550 Ha di Kelapa Gading seperti Mal Kelapa Gading, La Piazza & Idquo, Hunian Grand Orchard&rdquo.
6. St.Moritz & Kemang Village
Grup Lippo melalui PT. Lippo Karawaci Tbk telah mengembangkan proyek property besar seperti Kemang Village Residences yang dibangun diatas lahan seluas 15,5 yang terdiri dari kondominium, hotel dan pusat perbelanjaan. Sedangkan St.Moritz dibangun diatas lahan seluas 12 Ha terdiri dari 17 menara apartemen.
Pembangunan Rusun mengadopsi Konsep Superblok
Pembangunan superblok tidak hanya menjangkau kelas menengah keatas tetapi juga menengah kebawah. Informasi yang didapat baru-baru ini disampaikan pada media, Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI) mengusulkan supaya pembangunan rumah susun di Jakarta mengadopsi konsep superblok. Menurut Handaka Santosa, wakil ketua REI, mengatakan konsep superblok memungkinkan rusun dibangun berdekatan dengan pusat perbelanjaan, sehingga keduanya saling melengkapi dan kebutuhan hidup penghuni bisa diperoleh di pasar. Keadaan ini membuat pasar tidak kalah bersaing dengan mal. Diharapkan superblok untuk masing-masing kelas masyarakat di Jakarta, tidak hanya fokus pada segmen menengah keatas seperti yang kebanyakan ada sekarang ini.
Deputi Bidang Pembiayaan Kemenpera Sri Hartoyo menyampaikan ke media akhir-akhir ini, Kemenpera siap bekerjasama dengan Pemda DKI Jakarta menyusun strategi untuk membangkitkan kembali ketertarikan pengembang membangun rusunami dan rusunawa karena mau tidak mau rusunami dan rusunawa menjadi solusi di Jakarta dengan kondisi lahan yg sangat terbatas. Strategi ini menjadi multifungsi, dapat memunculkan ruang terbuka hijau, menyelesaikan kemacetan dan mengurangi kawasan kumuh di Jakarta. Hal ini pun disampaikan juga oleh Gubernur DKI yang baru Joko Widodo (Jokowi) pada ,media baru-baru ini berjanji untuk mengalokasikan 10% APBD Jakarta untuk membangun superblok untuk masyarakat berpenghasilan rendah, ditargetkan setidaknya ada 2-3 rusunawa.
Daya Serap Pasar Superblok
Salah satu pengembang properti besar PT. Agung Podomoro Land Tbk, berhasil meraih penjualan 4,25 Triliun hingga kuartal III-2012 dari unit property superblok The Green Bay dengan kontribusi sebesar 46% dan Podomoro City dengan pangsa pasar sekitar 30%. Agung Podomoro menargetkan pendapatan sebesar Rp 4,2-4,3 triliun pada 2012 atau meningkat 10-15% di- bandingkan 2011 senilai Rp 3,82 triliun. Pengembang superblok besar ini memang sudah berhasil untuk membangun dan memasarkan setiap unit yang ada dan laris banyak diminati oleh pasar.
Berbagai developer akan maju memperbanyak perkantoran dalam waktu 5 tahun ke depan. Jumlah pengembangan ini hampir dua kali lebih banyak dibanding masa sebelum krisis tahun 1997-1998. Mereka juga mengencangkan pembangunan kondominium, hotel dan pusat perbelanjaan. Harga sewa perkantoran tipe Grade A melonjak menjadi Rp 175,000 per meter persegi, dibanding Rp 100,000 pada akhir 2010. Sementara, kondominium kelas menengah – yang dijual seharga 10 sampai 15 juta rupiah per meter persegi – terjual dengan cepat, dengan berbagai developer akan menyumbang lebih dari 6.000 unit baru tahun ini.
 
Berdasarkan konsultan properti Knight Frank, harga kondominium di pusat kota Jakarta naik sekitar 12% sejak paruh kedua 2011, dan lebih dari 50% sejak akhir 2008. Pasar perkantoran di ibukota juga menunjukkan tingkat okupansi yang tinggi dengan 98,1%, dibanding 92% di Singapura dan 85% di Malaysia, berdasarkan laporan firma properti Jones Lang Lasalle.
Perkembangan properti yang kian marak terjadi saat ini harus diwaspadai seiring dengan kondisi perekonomian Indonesia yang ada. Meningkatnya industri properti yang tidak terkendali sehingga melampaui akan kebutuhan (oversupply) akan membuat terjadinya penurunan harga properti secara drastis (buble burst). Kita harapkan perkembangan properti akan terus meningkat dan membawa perkembangan yang baik bagi perekonomian Indonesia dan menarik perhatian internasional untuk berinvestasi di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar