(Vibiznews-Editors
Note), Pergerakan bursa pasar modal di Indonesia IHSG pada minggu lalu
kembali mencetak rekor tertinggi baru dengan investor asing membeli
kembali setelah taking profit sebelumnya, sehingga ditutup pada rekor
baru di level 4262.56.
Untuk minggu ini (1-5 Oktober 2012) IHSG kemungkinan akan berpeluang menyentuh rekor baru lagi. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance di level 4300, sedangkan support level di sekitar posisi 4065 dan kemudian 3975.
Mata uang rupiah seminggu lalu kembali melemah oleh tekanan pasar yang tidak jelas, di mana rupiah seedikit melemah hingga secara mingguan pada level pada 9568 terhadap USD. Kurs USDIDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 9618 dan 9700, sementara berada support di level 9300 dan 9086.
Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang akan diwarnai dengan sejumlah data ekonomi penting, termasuk sejumlah pengumaman suku bunga bank sentral global. Secara umum, agenda rilis data ekonomi yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:
รข€¢ Dari kawasan Amerika: akan tampil rilis data ISM Manufacturing PMI pada Senin malam; diikuti dengan data tenaga kerja ADP Non-Farm Employment Change dan ISM Manufacturing PMI pada Rabu malam; kemudian rilis Unemployment Claims pada Kamis malam; diakhiri dengan yang menjadi focus pasar Non-Farm Employment Change dan Unemployment Rate pada Jumat malam.
o Dari kawasan Inggris dan Eropa: berupa rilis Manufacturing PMI Inggris pada Senin sore; kemudian rilis pengumuman suku bunga Bank of England dan European Central Bank pada Kamis sore yang diperkirakan bertahan pada level masing-masing 0.5% dan 0.75%.
o Dari kawasan Australia: berupa rilis pengumuman suku bunga bank sentral Australia (RBA) pada Selasa tengah hari yang diperkirakan bertahan pada level 3.50%.
Minggu lalu di pasar forex, nilai tukar mata uang dollar terpantau mengalami penguatan lagi dengan situasi perekonomian Eropa dan Asia yang menunjukkan pelambatan, di mana secara mingguan index dollar AS agak naik ke level 79.860.
Pekan yang lalu euro dollar terpantau terkoreksi ke posisi level 1.2856. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance di 1.3285 dan berikutnya 1.3495, sementara support pada 1.2505 dan 1.2045.
Poundsterling minggu lalu terlihat melemah terhadap dollar, berakhir turun sedikit secara mingguan ke level 1.6167. Untuk minggu ini berkisar antara level resistance pada 1.6300 dan kemudian 1.6616, sedangkan support pada 1.5820 dan kemudian 1.5487. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir sedikit turun ke level 77.92.
Pasar di minggu ini akan masih berada di antara support pada 77.66 serta level 75.90, serta resistance level pada 81.79 dan 84.15.
Sementara itu, Aussie dollar terpantau dalam seminggu terkoreksi ke level 1.0376. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 1.0614 dan 1.0845, sementara support level di 1.0167 dan 0.9850.
Untuk pasar di stock index futures, pada minggu lalu di regional Asia secara umum tertekan oleh isyu pelambatan ekonomi global dan Asia.
Indeks Nikkei secara mingguan berakhir turun ke level 8870.16. Rentang pasar saat ini antara level resistance di 9690 dan kemudian ke level 10255, sementara support pada level 8640 dan lalu 8327.
Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 20845.97. Minggu ini akan berada antara level resistance di 21380 serta 21760, sementara support di 19065 dan berikutnya 18710.
Bursa saham Wall Street minggu lalu melorot karena pasar kuatir dengan isyu pelambatan ekonomi Eropa dan global serta ketidakyakinan bahwa stimulus memadai untuk mendongkrak ekonomi.
Dow Jones Industrial secara mingguan turun 1.1 % ke level 13,437.13, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 13300 dan 14040, sementara support di level 12450 dan pada 12040.
Index S&P 500 minggu lalu mengalami koreksi 1.3% ke level 1,440.67, penurunan mingguan terbesar sejak Juni lalu. Berikutnya range pasar antara resistance di level 1470 dan 1580, sementara support pada level 1396 dan 1354.
Untuk pasar emas, minggu lalu kembali mengalami konsolidasi setelah trend penguatan tajam sebelumnya, di mana harga emas dunia tertahan di seputar $1773.20 per troy ounce sesuai prediksi. Untuk sepekan ke depan emas akan cenderung di periode konsolidasi lagi dengan masih pada uptrend-nya serta rentang harga pasar antara resistance di $1790 serta berikut $1920 per troy ounce, serta support pada $1584 dan $1522.
Di Indonesia, harga emas terpantau naik tipis secara mingguan pada Rp545,240.
Pasar investasi nampaknya akan terus bergejolak. Adanya situasi krisis global yang berkepanjangan, tetap memungkinkan harga naik untuk sejumlah pilihan investasi.
Gejolak bisa berbentuk volatilitas pasar yang tinggi pada satu periode, dapat juga berupa gelombang naik turun dalam irama yang diwarnai sangat dengan ketidakpastian di periode waktu yang lainnya.
Kita harus terima saja bahwa demikian memang situasi dan kondisi pasar saat ini. Untuk memenangkannya, nampaknya, kita yang harus menambahkan pengetahuan dan keahlian (skill) dalam berinvestasi. Bagaimanapun, tidak ada salahnya sama sekali seseorang untuk menambah pengetahuan dan skill.
Itu suatu bentuk investasi tersendiri juga. Untuk itu, Anda dapat belajar bersama vibiznews.com. Sudah terbukti.
Bagi para member, kami sampaikan kembali terimakasih telah tetap bersama dengan kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!.
Untuk minggu ini (1-5 Oktober 2012) IHSG kemungkinan akan berpeluang menyentuh rekor baru lagi. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance di level 4300, sedangkan support level di sekitar posisi 4065 dan kemudian 3975.
Mata uang rupiah seminggu lalu kembali melemah oleh tekanan pasar yang tidak jelas, di mana rupiah seedikit melemah hingga secara mingguan pada level pada 9568 terhadap USD. Kurs USDIDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 9618 dan 9700, sementara berada support di level 9300 dan 9086.
Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang akan diwarnai dengan sejumlah data ekonomi penting, termasuk sejumlah pengumaman suku bunga bank sentral global. Secara umum, agenda rilis data ekonomi yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:
รข€¢ Dari kawasan Amerika: akan tampil rilis data ISM Manufacturing PMI pada Senin malam; diikuti dengan data tenaga kerja ADP Non-Farm Employment Change dan ISM Manufacturing PMI pada Rabu malam; kemudian rilis Unemployment Claims pada Kamis malam; diakhiri dengan yang menjadi focus pasar Non-Farm Employment Change dan Unemployment Rate pada Jumat malam.
o Dari kawasan Inggris dan Eropa: berupa rilis Manufacturing PMI Inggris pada Senin sore; kemudian rilis pengumuman suku bunga Bank of England dan European Central Bank pada Kamis sore yang diperkirakan bertahan pada level masing-masing 0.5% dan 0.75%.
o Dari kawasan Australia: berupa rilis pengumuman suku bunga bank sentral Australia (RBA) pada Selasa tengah hari yang diperkirakan bertahan pada level 3.50%.
Minggu lalu di pasar forex, nilai tukar mata uang dollar terpantau mengalami penguatan lagi dengan situasi perekonomian Eropa dan Asia yang menunjukkan pelambatan, di mana secara mingguan index dollar AS agak naik ke level 79.860.
Pekan yang lalu euro dollar terpantau terkoreksi ke posisi level 1.2856. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance di 1.3285 dan berikutnya 1.3495, sementara support pada 1.2505 dan 1.2045.
Poundsterling minggu lalu terlihat melemah terhadap dollar, berakhir turun sedikit secara mingguan ke level 1.6167. Untuk minggu ini berkisar antara level resistance pada 1.6300 dan kemudian 1.6616, sedangkan support pada 1.5820 dan kemudian 1.5487. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir sedikit turun ke level 77.92.
Pasar di minggu ini akan masih berada di antara support pada 77.66 serta level 75.90, serta resistance level pada 81.79 dan 84.15.
Sementara itu, Aussie dollar terpantau dalam seminggu terkoreksi ke level 1.0376. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 1.0614 dan 1.0845, sementara support level di 1.0167 dan 0.9850.
Untuk pasar di stock index futures, pada minggu lalu di regional Asia secara umum tertekan oleh isyu pelambatan ekonomi global dan Asia.
Indeks Nikkei secara mingguan berakhir turun ke level 8870.16. Rentang pasar saat ini antara level resistance di 9690 dan kemudian ke level 10255, sementara support pada level 8640 dan lalu 8327.
Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 20845.97. Minggu ini akan berada antara level resistance di 21380 serta 21760, sementara support di 19065 dan berikutnya 18710.
Bursa saham Wall Street minggu lalu melorot karena pasar kuatir dengan isyu pelambatan ekonomi Eropa dan global serta ketidakyakinan bahwa stimulus memadai untuk mendongkrak ekonomi.
Dow Jones Industrial secara mingguan turun 1.1 % ke level 13,437.13, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 13300 dan 14040, sementara support di level 12450 dan pada 12040.
Index S&P 500 minggu lalu mengalami koreksi 1.3% ke level 1,440.67, penurunan mingguan terbesar sejak Juni lalu. Berikutnya range pasar antara resistance di level 1470 dan 1580, sementara support pada level 1396 dan 1354.
Untuk pasar emas, minggu lalu kembali mengalami konsolidasi setelah trend penguatan tajam sebelumnya, di mana harga emas dunia tertahan di seputar $1773.20 per troy ounce sesuai prediksi. Untuk sepekan ke depan emas akan cenderung di periode konsolidasi lagi dengan masih pada uptrend-nya serta rentang harga pasar antara resistance di $1790 serta berikut $1920 per troy ounce, serta support pada $1584 dan $1522.
Di Indonesia, harga emas terpantau naik tipis secara mingguan pada Rp545,240.
Pasar investasi nampaknya akan terus bergejolak. Adanya situasi krisis global yang berkepanjangan, tetap memungkinkan harga naik untuk sejumlah pilihan investasi.
Gejolak bisa berbentuk volatilitas pasar yang tinggi pada satu periode, dapat juga berupa gelombang naik turun dalam irama yang diwarnai sangat dengan ketidakpastian di periode waktu yang lainnya.
Kita harus terima saja bahwa demikian memang situasi dan kondisi pasar saat ini. Untuk memenangkannya, nampaknya, kita yang harus menambahkan pengetahuan dan keahlian (skill) dalam berinvestasi. Bagaimanapun, tidak ada salahnya sama sekali seseorang untuk menambah pengetahuan dan skill.
Itu suatu bentuk investasi tersendiri juga. Untuk itu, Anda dapat belajar bersama vibiznews.com. Sudah terbukti.
Bagi para member, kami sampaikan kembali terimakasih telah tetap bersama dengan kami, partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!.
Sumber; Alfred Pakasi - CEO Vibiz Consulting






Tidak ada komentar:
Posting Komentar