(Vibiznews
– Editor’s Note) Pergerakan bursa pasar modal di Indonesia IHSG pada
minggu lalu kembali mencetak rekor tertinggi baru terdorong oleh data
ekonomi yang membaik dari Amerika dan komitmen ECB, sehingga ditutup
menembus level 4300 pada rekor baru di level 4311.31. Untuk minggu ini
(8-12 Oktober 2012) IHSG kemungkinan akan berpeluang menyentuh rekor
baru lagi diawali dengan konsolidasi pasar. Secara mingguan, IHSG
berada antara resistance di level 4350, sedangkan support level di
sekitar posisi 4153 dan kemudian 4065.
Mata uang rupiah seminggu lalu menjalani konsolidasi pasar setelah tekanan sebelumnya, di mana rupiah seedikit melemah hingga secara mingguan pada level pada 9589 terhadap USD. Kurs USDIDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 9618 dan 9700, sementara berada support di level 9300 dan 9086.
Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang akan diwarnai dengan sejumlah data ekonomi penting. Secara umum, agenda rilis data ekonomi yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:
- Dari kawasan Amerika: pasar akan libur Columbus Day pada hari Senin; kemudian rilis Trade Balance beserta Unemployment Claims pada Kamis malam; selanjutnya data PPI dan Prelim UoM Consumer Sentiment pada Jumat malam.
- Dari kawasan Inggris dan Eropa: berupa rilis Manufacturing Production Inggris pada Rabu sore.
Minggu lalu di pasar forex, nilai tukar mata uang dollar terpantau mengalami pelemahan karena para investor mulai memburu asset-aset berisiko dengan harapan akan membaiknya perekonomian, di mana secara mingguan index dollar AS agak turun ke level 79.330. Pekan yang lalu euro dollar terpantau rebound ke posisi level 1.3034. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance di 1.3285 dan berikutnya 1.3495, sementara support pada 1.2505 dan 1.2045.
Poundsterling minggu lalu terlihat melemah terhadap dollar karena isyu pertumbuhan ekonominya, berakhir turun sedikit secara mingguan ke level 1.6136. Untuk minggu ini berkisar antara level resistance pada 1.6300 dan kemudian 1.6616, sedangkan support pada 1.5820 dan kemudian 1.5487. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir sedikit naik ke level 78.68. Pasar di minggu ini akan masih berada di antara support pada 77.66 serta level 75.90, serta resistance level pada 81.79 dan 84.15. Sementara itu, Aussie dollar terpantau dalam seminggu melorot ke level 1.0101, setelah pemangkasan suku bunga RBA. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 1.0614 dan 1.0845, sementara support level di 1.0167 dan 0.9850.
Untuk pasar di stock index futures, pada minggu lalu di regional Asia secara umum menguat setelah pernyataan ECB yang siap membeli obligasi kawasan. Indeks Nikkei secara mingguan berakhir stabil ke level 8863.30. Rentang pasar saat ini antara level resistance di 9288 dan kemudian ke level 9690, sementara support pada level 8640 dan lalu 8327. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 20990.01. Minggu ini akan berada antara level resistance di 21380 serta 21760, sementara support di 19065 dan berikutnya 18710.
Bursa saham Wall Street minggu lalu menguat karena optimisme pasar akan perekonomian Amerika walau di akhir pekan terpangkas oleh data tenaga kerja yang tidak terlalu menggembirakan. Dow Jones Industrial secara mingguan naik 0.3% ke level 13,610.15, level tertingginya sejak 2007, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 14040 dan 14282, sementara support di level 13367 dan pada 12970. Index S&P 500 minggu lalu mengalami kenaikan 1.4% ke level 1,460.93. Berikutnya range pasar antara resistance di level 1474 dan 1580, sementara support pada level 1396 dan 1354.
Untuk pasar emas, minggu lalu berakhir terpangkas gain-nya dari posisi 11 bulan tertinggi sebelumnya, di mana harga emas dunia masih melaju naik ke level $1780.80 per troy ounce sesuai prediksi. Untuk sepekan ke depan emas akan cenderung di periode konsolidasi lagi dengan masih pada uptrend-nya serta rentang harga pasar antara resistance di $1790 serta berikut $1920 per troy ounce, serta support pada $1584 dan $1522. Di Indonesia, harga emas terpantau terus naik cetak rekor secara mingguan pada Rp548,470.
Anda mungkin telah menyimak cukup derasnya dana asing masuk ke pasar modal Indonesia mengantar bursa ke rekor tertingginya. Memang demikianlah pergerakan dana investasi global. Begitu cepatnya mengalir ke berbagai instrument investasi menembus batas-batas antar negara. Begitu cepat masuk, mampir, dan akan begitu cepat pula mengalami “switching” dari satu asset ke asset lainnya serta dari satu negara ke negara lainnya. Itu sebabnya kita perlu mempelajari dinamika portfolio investasi, baik dari sisi jenis, jangka waktu, tingkat risiko, typical, dll. Simak terus vibiznews.com dan jadilah investor yang sukses. Salam sukses bagi Anda, pembaca setia Vibiznews!
Mata uang rupiah seminggu lalu menjalani konsolidasi pasar setelah tekanan sebelumnya, di mana rupiah seedikit melemah hingga secara mingguan pada level pada 9589 terhadap USD. Kurs USDIDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 9618 dan 9700, sementara berada support di level 9300 dan 9086.
Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang akan diwarnai dengan sejumlah data ekonomi penting. Secara umum, agenda rilis data ekonomi yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini, adalah:
- Dari kawasan Amerika: pasar akan libur Columbus Day pada hari Senin; kemudian rilis Trade Balance beserta Unemployment Claims pada Kamis malam; selanjutnya data PPI dan Prelim UoM Consumer Sentiment pada Jumat malam.
- Dari kawasan Inggris dan Eropa: berupa rilis Manufacturing Production Inggris pada Rabu sore.
Minggu lalu di pasar forex, nilai tukar mata uang dollar terpantau mengalami pelemahan karena para investor mulai memburu asset-aset berisiko dengan harapan akan membaiknya perekonomian, di mana secara mingguan index dollar AS agak turun ke level 79.330. Pekan yang lalu euro dollar terpantau rebound ke posisi level 1.3034. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance di 1.3285 dan berikutnya 1.3495, sementara support pada 1.2505 dan 1.2045.
Poundsterling minggu lalu terlihat melemah terhadap dollar karena isyu pertumbuhan ekonominya, berakhir turun sedikit secara mingguan ke level 1.6136. Untuk minggu ini berkisar antara level resistance pada 1.6300 dan kemudian 1.6616, sedangkan support pada 1.5820 dan kemudian 1.5487. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir sedikit naik ke level 78.68. Pasar di minggu ini akan masih berada di antara support pada 77.66 serta level 75.90, serta resistance level pada 81.79 dan 84.15. Sementara itu, Aussie dollar terpantau dalam seminggu melorot ke level 1.0101, setelah pemangkasan suku bunga RBA. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 1.0614 dan 1.0845, sementara support level di 1.0167 dan 0.9850.
Untuk pasar di stock index futures, pada minggu lalu di regional Asia secara umum menguat setelah pernyataan ECB yang siap membeli obligasi kawasan. Indeks Nikkei secara mingguan berakhir stabil ke level 8863.30. Rentang pasar saat ini antara level resistance di 9288 dan kemudian ke level 9690, sementara support pada level 8640 dan lalu 8327. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 20990.01. Minggu ini akan berada antara level resistance di 21380 serta 21760, sementara support di 19065 dan berikutnya 18710.
Bursa saham Wall Street minggu lalu menguat karena optimisme pasar akan perekonomian Amerika walau di akhir pekan terpangkas oleh data tenaga kerja yang tidak terlalu menggembirakan. Dow Jones Industrial secara mingguan naik 0.3% ke level 13,610.15, level tertingginya sejak 2007, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 14040 dan 14282, sementara support di level 13367 dan pada 12970. Index S&P 500 minggu lalu mengalami kenaikan 1.4% ke level 1,460.93. Berikutnya range pasar antara resistance di level 1474 dan 1580, sementara support pada level 1396 dan 1354.
Untuk pasar emas, minggu lalu berakhir terpangkas gain-nya dari posisi 11 bulan tertinggi sebelumnya, di mana harga emas dunia masih melaju naik ke level $1780.80 per troy ounce sesuai prediksi. Untuk sepekan ke depan emas akan cenderung di periode konsolidasi lagi dengan masih pada uptrend-nya serta rentang harga pasar antara resistance di $1790 serta berikut $1920 per troy ounce, serta support pada $1584 dan $1522. Di Indonesia, harga emas terpantau terus naik cetak rekor secara mingguan pada Rp548,470.
Anda mungkin telah menyimak cukup derasnya dana asing masuk ke pasar modal Indonesia mengantar bursa ke rekor tertingginya. Memang demikianlah pergerakan dana investasi global. Begitu cepatnya mengalir ke berbagai instrument investasi menembus batas-batas antar negara. Begitu cepat masuk, mampir, dan akan begitu cepat pula mengalami “switching” dari satu asset ke asset lainnya serta dari satu negara ke negara lainnya. Itu sebabnya kita perlu mempelajari dinamika portfolio investasi, baik dari sisi jenis, jangka waktu, tingkat risiko, typical, dll. Simak terus vibiznews.com dan jadilah investor yang sukses. Salam sukses bagi Anda, pembaca setia Vibiznews!






Tidak ada komentar:
Posting Komentar