Pages

Senin, 08 Oktober 2012

Sulawesi Barat Membuka Pintu Investasi

Sulawesi sebagai pulau di Indonesia Bagian Timur,  Sulawesi ini masuk dalam koridor 4 dari Masterplan Percepatan Pembangunan dan Perluasan Pembangunan Indonesia (MP3I). Berbagai sektor di Sulawesi terus ditingkatkan, seperti sektor perkebunan, pertambangan dan industry. Salah satunya provinsi yang ada yaitu Sulawesi barat, merupakan provinsi penghasil perkebunan kelapa, cengkeh dan kopi. Disektor pertambangan juga terdapat kandungan batubara, emas, dan minyak bumi.
Dalam paparannya kepada Berita Daerah, Harry Warganegara Harun sebagai Direktur BUMD dan Ketua Kadin Sulawesi Barat menyampaikan bahwa titik berat yang dilakukan provinsi Sulawesi Barat pada saat ini adalah perkebunan, yaitu agro culture, kelautan, energi minyak dan gas bumi. 
Potensi yang ada di Sulawesi Barat merupakan kesempatan bagi para investor lokal dan asing untuk dapat masuk. Semua proyek yang akan dijalankan di provinsi Sulawesi Barat ini dimasukan dalam suatu paparan proyek dan bersifat umum. Hal itu membuka peluang dan kesempatan bagi investor untuk mengambil bagian. Salah satu titik berat  yang ada saat ini ada pada sektor perkebunan.  Dengan menitikberatkan pada peluang investasi bidang agriculture, coklat, kelautan, energi,  minyak dan gas.
“Khusus dibidang energi bahwa kebutuhan energi di Sulawesi Barat sangat tinggi, sehingga potensi yang ada di provinsi ini harus dikembangkan. Seperti potensi Biotermal, Hidro, dan Geo Solar. Hal ini menjadi primary opportunity investment yang ada di Sulawesi Barat” kata Harry Warganegara. Kemudian beranjak pada indutri pengolahan migas dan tambang, kedepannnya proses hasil migas dan tambang dapat dikelola secara baik di tingkat provinsi. Kebijakan pemerintah pusat yang mengharuskan tahun 2014 adanya larangan untuk ekspor bahan mentah dari tambang. Hal ini mendorong percepatan pembangunan proses pengolahan migas dan tambang di provinsi Sulawesi Barat.
Prasarana pendukung dan konektivitas itu penting  bagi pembangunan di Sulawesi Barat seperti jalan, kereta api, dan bandara udara. Itu merupakan salah satu primary project yang ditawarkan kepada investor, baik investor lokal dan swasta asing.
Dalam hal perijinan dan birokrasi, pemprov setempat berkomitmen memangkas proses-proses yang menghambat investasi. Kesepakatan, kemudahaan dan insentif diberikan kepada investor yang berkomitmen untuk membangun provinsi Sulawesi Barat ini.
Diakhir dari paparannya beliau menyampaikan bahwa Sulawesi Barat terbuka bagi para investor yang ingin terjun didalam proyek pembangunan yang ada di provinsi ini.  

(Harry Warganegara Harun,  Direktur BUMD dan Ketua Kadin Sulawesi Barat)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar