Sulawesi
sebagai pulau di Indonesia Bagian Timur, Sulawesi ini masuk dalam
koridor 4 dari Masterplan Percepatan Pembangunan dan Perluasan
Pembangunan Indonesia (MP3I). Berbagai sektor di Sulawesi terus
ditingkatkan, seperti sektor perkebunan, pertambangan dan industry.
Salah satunya provinsi yang ada yaitu Sulawesi barat, merupakan
provinsi penghasil perkebunan kelapa, cengkeh dan kopi. Disektor
pertambangan juga terdapat kandungan batubara, emas, dan minyak bumi.
Dalam
paparannya kepada Berita Daerah, Harry Warganegara Harun sebagai
Direktur BUMD dan Ketua Kadin Sulawesi Barat menyampaikan bahwa titik
berat yang dilakukan provinsi Sulawesi Barat pada saat ini adalah
perkebunan, yaitu agro culture, kelautan, energi minyak dan gas bumi.
Potensi
yang ada di Sulawesi Barat merupakan kesempatan bagi para investor
lokal dan asing untuk dapat masuk. Semua proyek yang akan dijalankan di
provinsi Sulawesi Barat ini dimasukan dalam suatu paparan proyek dan
bersifat umum. Hal itu membuka peluang dan kesempatan bagi investor
untuk mengambil bagian. Salah satu titik berat yang ada saat ini ada
pada sektor perkebunan. Dengan menitikberatkan pada peluang investasi
bidang agriculture, coklat, kelautan, energi, minyak dan gas.
“Khusus
dibidang energi bahwa kebutuhan energi di Sulawesi Barat sangat
tinggi, sehingga potensi yang ada di provinsi ini harus dikembangkan.
Seperti potensi Biotermal, Hidro, dan Geo Solar. Hal ini menjadi
primary opportunity investment yang ada di Sulawesi Barat” kata Harry
Warganegara. Kemudian beranjak pada indutri pengolahan migas dan
tambang, kedepannnya proses hasil migas dan tambang dapat dikelola
secara baik di tingkat provinsi. Kebijakan pemerintah pusat yang
mengharuskan tahun 2014 adanya larangan untuk ekspor bahan mentah dari
tambang. Hal ini mendorong percepatan pembangunan proses pengolahan
migas dan tambang di provinsi Sulawesi Barat.
Prasarana
pendukung dan konektivitas itu penting bagi pembangunan di Sulawesi
Barat seperti jalan, kereta api, dan bandara udara. Itu merupakan salah
satu primary project yang ditawarkan kepada investor, baik investor
lokal dan swasta asing.
Dalam
hal perijinan dan birokrasi, pemprov setempat berkomitmen memangkas
proses-proses yang menghambat investasi. Kesepakatan, kemudahaan dan
insentif diberikan kepada investor yang berkomitmen untuk membangun
provinsi Sulawesi Barat ini.
Diakhir
dari paparannya beliau menyampaikan bahwa Sulawesi Barat terbuka bagi
para investor yang ingin terjun didalam proyek pembangunan yang ada di
provinsi ini.
(Harry Warganegara Harun, Direktur BUMD dan Ketua Kadin Sulawesi Barat)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar