(Vibiznews
- Business) - Perusahaan pengelola mesin pencarian Yahoo kembali
mengabarkan berita yang mengejutkan (22/10). Pada hari Jumat lalu
perusahaan internet ini menyatakan akan menutup operasinya di Korea
Selatan. Yahoo memutuskan untuk keluar dari Korea Selatan di tengah
gempuran dari para pesaing baik dari global maupun pesaing lokal yang
saat ini secara agresif melakukan ekspansi ke pasar iklan mobile dan
layanan online.
Korea Selatan menjadi negara pertama di Asia yang ditinggalkan oleh Yahoo. Yahoo akan secara resmi menutup portal mesin pencarinya di Korea Selatan pada bulan Desember mendatang. Keputusan Yahoo untuk keluar dari Korea Selatan dinyatakan dalam sebuah pernyataan di situs tersebut. Menurut Yahoo keputusannya untuk keluar dari Korea Selatan disebabkan oleh tantangan-tantangan yang dihadapi selama beberapa tahun belakangan. Perusahaan memutuskan untuk fokus lebih baik kepada bisnis global sebagai strategi agar Yahoo makin kuat dan sukses. Yahoo Korea didirikan pada tahun 1997 dan sepenuhnya dimiliki oleh perusahaan induk Yahoo di AS. Perusahaan ini memiliki pegawai sebanyak 200-250 orang di Korea Selatan. Saat ini Yahoo harus menghadapi pesaing global seperti Facebook dan Google di pasar Korea Selatan, juga beberapa pesaing lokal seperti NHN Corp, Daum Communications dan SK Communications. Yahoo sendiri merupakan contoh kasus pionir yang berhasil dilampaui oleh followernya. Mesin pencari Yahoo yang sempat memiliki pangsa pasar terbesar di dunia mulai dikalahkan oleh Google. Saat ini Google merupakan mesin pencari dengan pangsa pasar terbesar di dunia. Meskipun demikian Google juga tidak serta-merta menguasai pangsa pasar di seluruh dunia. Pesaing-pesaing lokal di berbagai negara juga turut meramaikan pasar mesin pencari. Di China contohnya, mesin pencari dengan pangsa pasar terbesar di negara tersebut adalah Baidu yang menggunakan aksara dan bahasa China. Meskipun demikian Yahoo sampai saat ini masih menjadi salah satu situs terbesar di dunia, dengan lebih dari 700 juta pengunjung per bulannya yang menggunakan layanan Yahoo seperti email dan situs berita. Yahoo Di Tangan Marissa Mayer Setelah
Marissa Mayer yang sebelumnya merupakan veteran di Google mengambil
alih kursi CEO pada bulan Juli lalu, wanita cantik ini langsung
melakukan gebrakan-gebrakan untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
Keputusan keluarnya Yahoo dari Korea Selatan menunjukkan sikap Mayer
yang tidak kenal takut dan berani ambil risiko.
Sebelumnya Mayer telah membajak salah satu petinggi Google untuk bertindak sebagai Chief Operasional Yahoo. Pertengahan Oktober lalu Henrique de Castro yang sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden dari solusi partner bisnis global Google dikabarkan akan meninggalkan perusahaan yang telah membesarkannya tersebut mengikuti langkah Mayer yang lebih dulu 'hengkang'. De Castro akan secara resmi menjabat sebagai COO Yahoo pada bulan Januari 2013 mendatang. (Ika Akbarwati/IA/vbn) |
Selasa, 23 Oktober 2012
Yahoo Hengkang Dari Korea Selatan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
(Vibiznews
- Business) - Perusahaan pengelola mesin pencarian Yahoo kembali
mengabarkan berita yang mengejutkan (22/10). Pada hari Jumat lalu
perusahaan internet ini menyatakan akan menutup operasinya di Korea
Selatan. Yahoo memutuskan untuk keluar dari Korea Selatan di tengah
gempuran dari para pesaing baik dari global maupun pesaing lokal yang
saat ini secara agresif melakukan ekspansi ke pasar iklan mobile dan
layanan online.
Setelah
Marissa Mayer yang sebelumnya merupakan veteran di Google mengambil
alih kursi CEO pada bulan Juli lalu, wanita cantik ini langsung
melakukan gebrakan-gebrakan untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
Keputusan keluarnya Yahoo dari Korea Selatan menunjukkan sikap Mayer
yang tidak kenal takut dan berani ambil risiko. 





Tidak ada komentar:
Posting Komentar