Pages

Selasa, 06 November 2012

Euro Masih Suram Karena Yunani dan Spanyol Kembali Meresahkan

(Vibiznews – FX) – Mata uang euro masih berada di kisaran level terendah dalam delapan bulan belakangan terhadap dolar AS (06/11). Mata uang ini kembali berada dalam trend melemah di tengah spekulasi bahwa Yunani akan gagal untuk memenuhi persyaratan bailout-nya. Kondisi ini mengancam keutuhan kawasan euro.
PM Yunani Antonis Samaras kemarin berjanji bahwa proposal pemotongan gaji dan pensiun akan menjadi langkah pengetatan terakhir yang harus ditanggung oleh rakyat Yunani. Hingga saat ini dewan rakyat Yunani belum memastikan apakah akan mau menerima pengetatan tersebut atau tidak.
Sementara itu kekhawatiran lain juga muncul dari Spanyol. Hingga saat ini Spanyol masih bersikukuh untuk tidak meminta bantuan pendanaan dari luar, padahal kondisi keuangan negara ini sudah kritis. Kondisi ini makin membuat euro tertekan.
Pagi ini euro tampak mengalami penurunan lanjutan. Mata uang tunggal di kawasan euro ini terpantau pada posisi 1.2794 dolar, turun dibandingkan penutupan perdagangan dini hari tadi yang ada di level 1.2802 dolar. Euro pada perdagangan tadi malam sempat mengalami penurunan hingga mencapai level 1.2767 dolar yang merupakan posisi paling rendah sejak tanggal 11 September lalu.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan euro pada perdagangan hari ini masih berpotensi tertekan. Meskipun demikian pasar diperkirakan akan mengatur ekspektasi dan tidak akan melakukan transaksi berlebihan menantikan juga hasil pemilu presiden di AS. Untuk hari ini euro diperkirakan akan mengalami pergerakan di kisaran 1.2750 – 1.2850 dolar.
(Ika Akbarwati/IA/vbn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar