Pages

Jumat, 02 November 2012

Pertumbuhan Properti Sumut Diperkirakan Naik 25 Persen

(Vibiznews-Property) Realestate Indonesia (REI) Sumatera Barat memperkirakan pertumbuhan properti di daerah itu tahun 2013 masih cukup bagus yakni naik sekitar 25-30 persen.
"Bagusnya pertumbuhan properti diperhitungkan dari beberapa faktor pendukung mulai dari berkembangnya pembangunan rumah di bawah tipe 36, masih berlangsungnya program FLPP (Fasilitas Likuditas Pembiayaan Perumahan), pertumbuhan ekonomi yang bagus dan semakin besarnya dukungan perbankan dan pemerintah," kata Ketua REI Sumut Tomi Wistan di Medan, Kamis.
Pertumbuhan properti sebesar 25-30 persen pada 2013 itu tidak jauh berbeda dari tahun ini.
Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan gugatan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesa (Apersi) soal penghapusan Pasal 22 ayat 3 Undang-Undang Perumahan dan Kawasan Pemukiman membuat tidak ada lagi kewajiban bagi pengembang untuk membangun rumah minimal 36 meter persegi.
Dengan langkah itu, masyarakat bisa menikmati subsidi rumah dengan luas di bawah 36 meter persegi.
"Kebijakan itu akan semakin bagus kalau perbankan mendukung penuh. Dan nyatanya beberapa bank seperti BTN dan BNI semakin proaktif," katanya.
Dia mengakui peran pemerintah dan perbankan masih sangat dibutuhkan untuk membantu peningkatan properti itu.
Tomi memberi contoh penjualan rumah tipe d bawah 36 bisa terbentur kepercayaan perbankan terhadap calon nasabah kredit kepemilkan rumah (KPR).
"Kalau bank dan pemerintah tidak mendukung, tentunya keputusan MK itu juga tidak memberikan manfaat," katanya.
Dia menambahkan, rencana kebijakan Kementerian Perumahan yang akan memindahkan dana fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan atau FLPP dari perbankan yang tidak produktif ke yang produktif dalam mengucurkan program tersebut juga menjadi salah satu perhitungan bertumbuh bagusnya properti di Sumut.
"Kalau semua itu berjalan sesuai harapan, maka tahun ini saja, realisasi penyerapan rumah untuk MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) di Sumut bisa mendekati target yang 100ribu unit dari realisasi sekitar 12 persen hingga semester I," katanya.
Tahun depan pencapaian MBR tentunya sudah bisa di atas 100 ribu unit, ujarnya.
Bisa Terhambat Meski ada optimisme properti Sumut tumbuh 20-25 persen di tahun 2013, tetapi bisa juga gagal mencapai angka itu kalau saja harga jual komoditas terus melemah dari tahun ini.
Alasan dia, pertumbuhan ekonomi di Sumut hingga dewasa ini masih terbesar disumbang oleh sektor komoditas hasil perkebunan dan pertanian.
"Kalau harga masih dan bahkan semakin melemah, tentu saja pertumbuhan properti menjadi ikut melambat," katanya.
Dalam hal itu pulalah maka peran pemerintah dibutuhkan dimana pertumbuhan setor industri harus ditingkatkan, katanya.
"Pelemahaan pertumbuhan properti dan lainnya di 2012 harus bisa ditekan pemerintah karena di 2014 ada kekhawatiran terjadi perlambatan karena memasuki Pemilu, dimana biasanya semua pengusaha cenderung mengambil langkah hati-hati," katanya.
Pengamat ekonomi Jhon Tafbu Ritonga menyebutkan, dewasa ini hingga tahun depan pertumbuhan ekonomi Sumut diperkirakan masih akan bagus.
Meski harga jual komoditas tren menurun, tetapi karena produk yang dihasilkan Sumut sebagai kebutuhan utama dunia sepert karet dan sawit, tetap saja akan ada permintaan.
Semakin bagus karena di tengah krisis global yang masih berlangsung, sehingga Indonesia termasuk Sumut menjadi incaran pengusaha asing untuk tempat investasi, katanya.


(jn/JN/vbn-ant)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar