Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat bahwa selama periode Januari-Mei tahun 2015 ini angka produksi kendaraan roda empat di Indonesia hanya mencapai 486.172 unit. Angka ini merosot 12,8 persen dari periode yang sama tahun lalu (Mei 2014) yang jumlahnya mencapai 558.023 unit. Sementara itu jika ditilik dalam kurun dua tahun belakangan, maka tingkat produksi sepanjang tahun ini merupakan yang terendah. Pada 2013, produksi selama lima bulan pertama masih lebih tinggi, yakni sekitar 489.762 unit.
Merosotnya produksi mobil dari pabrikan dalam negeri merupakan buntut terpukulnya pasar domestik. Kelesuan tersebut telah memaksa Gaikindo merevisi target penjualan tahun ini yang sebelumnya dipatok 1,2 juta unit ke level 1-1,1 juta unit. Menurut data Gaikindo, penurunan pasar domestik tecermin dari penjualan ke dealer yang hingga Mei tahun ini merambat di kisaran 443.181 unit. Volume penjualan itu melemah 16,6 persen bila dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu sekitar 531.504 unit.
Asean Automotive Federation (AAF) juga melansir bahwa jumlah mobil yang diproduksi di kawasan Asean berkurang 1,1 persen pada Januari-Maret 2015 dengan hanya menorehkan angka produksi 1,04 juta unit. Penurunan tersebut disebabkan oleh berkurangnya jumlah produksi mobil perusahaan-perusahaan Indonesia. Menurut data AAF, produksi kendaraan roda empat Indonesia turun 12,1 persen dari sebelumnya 340,5 ribu unit pada kuartal I 2014 menjadi 299.409 unit di kuartal I 2015. Sayangnya, ketika industri otomotif nasional terpuruk, empat negara produsen mobil lainnya di Asean justru menuai berkah.
Thailand sebagai pesaing terdekat Indonesia selama ini berhasil mencatatkan pertumbuhan produksi otomotif sebesar 1,4 persen dengan total produksi 524.540 unit. Sedangkan, pertumbuhan produksi terbesar terjadi di Vietnam, yakni sebesar 49,1 persen. Apabila pada kuartal I 2014 angka produksi Vietnam sebesar 22.274 unit, maka pada tiga bulan pertama 2015 angkanya melonjak jadi 33.207 unit. Sementara produksi mobil Malaysia dan Filipina masing-masing tumbuh 6,6 persen dan 4,3 persen.
Sejauh ini, Thailand masih menjadi basis produksi otomotif terbesar di ASEAN, yakni menguasai 50,3 persen atau naik dari sebelumnya yang tercatat 49,1 persen. Indonesia berada di peringkat kedua, dengan ikut memasok mobil sebesar 28,7 persen ke kawasan Asean. Angka tersebut menciut dari sebelumnya 32,3 persen pada kuartal I 2014. Sementara Vietnam, Filipina, dan Malaysia mulai mengambil peran lebih di pasar otomotif kawasan seiring dengan meningkatnya produksi mobil masing-masing. Pangsa produksi Vietnam tercatat sebesar 3,2 persen, meningkat dari periode sebelumnya 2,1 persen. Sedangkan Filipina naik sedikit dari 1,9 persen menjadi 2 persen. Terkahir Malaysia, hingga Maret lalu memasok kendaraan 15,7 persen ke kawasan dari sebelumnya 14,6 persen.
Stephanie Rebecca/VM/VBN/ Analyst at Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
Editor: Asido Situmorang
www.vibiznews.com







Tidak ada komentar:
Posting Komentar