Pages

Jumat, 03 Juli 2015

Defisit Perdagangan Australia Berhasil Menciut

Australia adalah salah satu negara dengan ekonomi terkuat di dunia, dengan pertumbuhan ekonomi selama hampir dua dasawarsa secara berturut-turut dan pengangguran turun hingga ke tingkat terendah dalam satu generasi. Sebagai buah dari reformasi struktural dan kebijakan selama hampir tiga dasawarsa, ekonomi Australia kini menjadi luwes, berdayatahan dan makin terintegrasi dengan pasar global. Sayang belakangan kondisi ekonomi di Negeri Kanguru ini terkikis oleh pelemahan ekonomi global terutama oleh rendahnya harga komoditas.
Biro Statistik Australia melaporkan bahwa Australia masih mencatat defisit pada neraca perdagangannya di bulan Mei 2015. Meski masih mencatat defisit, namun kali ini total defisit yang tercatat menyempit jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (bulan April). Dalam rilis siang ini tertulis bahwa defisit perdagangan barang Australia di bulan Mei lalu berakhir sebesar A$ 2.751.000.000, nilai defisit ini membaik jika dibandingkan dengan yang tercatat di bulan April yaitu sebesar A$ 4.136.000.000. Dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
Australia Balance of Trade
Dalam rilis tersebut dilaporkan bahwa aktivitas ekspor naik 1,0 persen (mom) atau naik A$ 206.000.000 pada bulan Mei lalu hingga tercatat sebesar A$ 25.528.000.000. Ekspor non-rural goods dilaporkan naik A$ 313.000.000 (2 persen) dan rural goods naik A$ 164.000.000 (4 persen). Sementara itu ekspor emas non-moneter turun A $ 286.000.000 (26 persen). Berbeda dengan kinerja ekspornya, aktivitas impor Australia pada Mei lalu justru turun hingga 4,0 persen (mom) atau turun sebesar A$ 1.179.000.000 menjadi sebesar A$ 28.279.000.000.
Meski kinerja ekspornya menguat pada Mei lalu, tetap harus dipahami bahwa kian tergerusnya harga komoditi hingga hari ini cukup menyulitkan negara-negara yang basis ekspornya mengandalkan komoditas seperti Australia. Saat ini kondisi ekonomi Australia terlihat cukup mandeg, terutama pasca investasi di sektor tambang yang selama ini menjadi penyumbang terbesar terhadap perekonomian Australia tidak lagi menjadi pilihan yang rasional bagi para investor. Hal lain yang juga membebani kinerja ekonomi Australia adalah turunnya harga komoditas yang selama ini menjadi sumber ekspor utama Negeri Kanguru ini.

Stephanie Rebecca/VM/VBN/ Analyst at Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar