Pages

Jumat, 03 Juli 2015

Omset Ritel Australia Menguat, Tapi Angkanya Masih Jauh Dibawah Prediksi

Beberapa bulan lalu, dalam prediksi terbaru Dana Moneter Internasional (IMF) dikabarkan lembaga ini menurunkan proyeksi ekonomi Australia hingga hanya akan tumbuh sebesar 2,8 persen pada tahun 2015 ini. Nilai proyeksi tersebut jauh lebih rendah dari yang diprediksi sebelumnya, yaitu pada bulan Oktober 2014, dimana IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Australia dapat mencapai 2,9 persen pada tahun 2015 ini.
Harus dipahami bahwa nampaknya kondisi ekonomi Australia masih akan terus goyah di sepanjang tahun ini, menyoroti kemerosotan harga bijih besi yang telah mengakibatkan harga logam turun 15 persen sejak September tahun lalu. Akibat dari masih rendahnya harga komoditi hingga saat ini, tentu saja meski kinerja ekspor negara ini menguat, dampaknya tidak akan terlalu terasa bagi perekonomian Australia. Dengan lemahnya kondisi ekonomi Australia maka dampaknya cukup besar bagi bagi berbagai bidang industri.
Biro Statistik Australia siang ini (3/7) melaporkan bahwa total nilai penjualan ritel di Australia naik sebesar 0,3 persen pada bulan Mei 2015 hingga berakhir sebesar A$ 24.154.000.000. Persentase pertumbuhan ini lebih baik dari bulan sebelumnyayang hanya mampu mencatat pertumbuhan sebesar 0,1 persen tetapi masih dibawah ekspektasi ekonom yang sebelumnya memprediksi pertumbuhan omset bisnis ritel pada Mei lalu dapat tercatat sebesar 0,5 persen. Dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
Australia Retail Sales MoM
Dalam rilis tersebut tercatat bahwa, penjualan ritel makanan tercatat tumbuh 0,2 persen, demikian juga dengan pakaian, alas kaki dan ritel aksesori pribadi juga tumbuh sebesar 0,8 persen, barang-barang rumah tangga ritel juga tumbuh 0,3 persen, dan ritel lainnya tumbuh 0,2 persen. Sementara itu omset di kafe, restoran dan jasa makanan takeaway masih tetap flat, sama dengan omset penjualan di departemen store.
Jika dilihat berdasarkan wilayah, penjualan di New South Wales dan Victoria masing-masing mencatat kenaikan sebesar 0,3 persen, di Queensland naik 0,2 persen, Australia Selatan naik 0,3 persen, Australian Capital Territory naik 0,3 persen, dan Tasmania naik 0,2 persen. Sementara itu di Australia Barat relatif tidak berubah, sedangkan Northern Territory sedikit mereda hingga hanya mampu mencatat pertumbuhan sebesar 0,1 persen.
Paska rilisnya data ini, pada perdagangan valas hari ini Dollar Aussie melemah terhadap dollar AS turun hingga -0.71% dari harga pembukaan 0.7634. Saat ini (03:45:11 GMT, Jumat 3 Juli 2015) AUDUSD bergulir pada harga 0.7585. 

 Stephanie Rebecca/VM/VBN/ Analyst at Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar